Friday, April 1, 2011

Soledad

Bismillaah...


I remember when i was young and stupid (i am still young but much wiser right now.ehe), soledad used to be my theme song when i failed my first love.Or is it when my first love failed me? The latter sounds more precise i guess eh?. ehe. I keep repeating the song everyday without fail. Without getting tired of it. As that moment i thought this song described my feeling the best of what i held inside.

Do you know what is soledad means? Soledad, according to wikipedia is a spanish word meaning solitude or loneliness. And guess what, i just knew it merely minutes ago. hehe So now i understand why is that the song feel so attached to me during that 'grave hour' of mine (ok, i was exaggerating,I know). teehee.

It's because i felt lonely. The loneliest feeling i had ever.
Or so i thought.

(Now, allow me to continue this post in malay or later you will find it more and more difficult of what i am going to say. hehe)


Tapi alhamdulillah. Time did heal everything. Dengan izin Allah, of course. Diambil satu diganti satu dengan yang jauh lebih baik. Jangan salah faham, bukan lah Allah mengganti cinta pertama aku itu dengan cinta kedua yang 'they lived happily ever after' kisahnya. Tak. Jauh lebih baik dari itu Allah ganti ia dengan tarbiyah. And to my surprise, tarbiyah ajar aku makna soledad yang sebenar. Makna loneliness yang sebenar. Iaitu rasa keseorangan yang bila kita berjauhan dari Tuhan.

Bila difikirkan semula pengalaman bercinta aku yang pertama dan terakhir, rasa loneliness selepas putus cinta tu terjadi sebab tanpa aku sedar aku sudah hilang satu perjuangan aku dalam hidup. Perjuangan, it's a big word, i know. But you see, tanpa kita sedar bila kita bercinta we always fight for our love. Kita selalu fight untuk pastikan that love terus hidup.

Kita fight diri kita supaya beralah tak nak gaduh2. Kita fight diri kita jangan nak jealous tak tentu pasal. Kita fight diri kita untuk buat our loved one happy. Most of the time kita banyak fight dengan perasaan sendiri. Tak kira sakit macam mana pun,kita nak terus fight pertahankan cinta kita. Apa lagi aku waktu tu ala ala cinta terhalang jugak la kan. Lagi la besar fighting nya.haha So bila that cinta putus, perjuangan pun terhenti. And suddenly you feel so empty as there's nothing you could fight for anymore.

Sama kisahnya dengan hubungan kita dengan Allah. Kita juga berjuang untuk sentiasa hidupkan cinta dalam diri kita kepada Allah. Kita lawan nafsu kita, kita lawan malas kita in order to get and to keep Allah's love. Sakit2 kita hidup kita rasa terisi. Rasa bermakna. Tapi bila tiba-tiba kita merasa futur. Merasa tingkat iman kita jatuh. Lalu kita biarkan diri kita bergelumang dengan segala dosa tanpa ada daya melawan untuk pertahankan cinta kita pada Tuhan, tak ada fighting, tak ada perjuangan, that moment kita merasa kosong. Saat itu aku merasa kosong. Kosong yang sebenar2 kosong.

Hidup tak ada perjuangan, apalah thrillnya. Hidup menyerah kepada nafsu bermakna tak ada perjuangan, bermakna tak ada thrill dan bermakna cinta kepada Allah

putus!

Dari saat itulah kita akan merasa erti kata kekosongan, keseorangan yang sebenar.

Nauzubillah...



***


Peribadi, my first love did teach me that dalam hidup tak semua perjuangan itu bermakna. Perjuangan pun ada yang dinamakan perjuangan yang sia-sia yakni selagi mana redha Allah tak ada bersama2nya. Kalau difikirkan selepas yang pertama banyak saja peluang untuk ada yang kedua ketiga dan seterusnya. But it is because i couldn't bear the fact that i will once again involve in a 'meaningless fight' plus with all the sins that will come along the way, i pass. Once is enough.



Love, it's complicated

3 comments:

the raihan said...

lagu westlife!!!!!
:D

linzays said...

same r ana kte pun.. smpai skrg lagu tu masih jd feveret.. =)

ainmusa said...

salam ana.rindu post ana. terima kasih ana tiupkan kata-kata semangat mcm ana selalu buat :)

ain suka ayat ni.kena :)
tp byk lagi ain suka.

"Kalau difikirkan selepas yang pertama banyak saja peluang untuk ada yang kedua ketiga dan seterusnya. But it is because i couldn't bear the fact that i will once again involve in a 'meaningless fight' plus with all the sins that will come along the way, i pass. Once is enough.

Kisah aku

kawan satu payung=)

Siapa kena timpa hujan?=)